Notice! Story List Here!

Hola semuanya, dengan rasa senang aku sangat berterimakasih sama kalian yang sudah mau berkunjung membaca ide-ide atau fantasi khayalan aneh ku ya.

oh ya aku memutuskan untuk mengkeep semua fanfict kecuali Hyokyu dan Haejin story line. Beberapa ff juga mungkin ada yg aku hilangkan karena udah gatau lagi mau gimana idenya heheehe.

* Buat ff yang di protect bisa mention di @sukmassi atau  dm ig di @sukmanurf  ya. Aku mohon maaf gmail aku hapus karena ada alasan pribadi ya :)) atau kalian bisa juga dm ke @nikhonikhonigurl yaaa terimakasih 🙂

 

Continue reading

Beautiful Pain : 1

Halo temen-temen, masih ada yang main ke sini gak ya?

Kalo masih ada, aku punya cerita baru nih. Sebenernya udah aku upload di watpad juga sih. Cuma kayanya aku lebih seneng di worpdress.

Cerita ini cerita baru, gak ada sangkut pautnya sama HyoKyu yang lain. Kali ini bakal aku post tiga postingan sekaligus ya mengikuti di wattpad. Enjoy!

Oh ya, jangan lupa like dan komen yaah!

Continue reading

HyoKyu Story Line : HyoKyu With Super Junior

Saat aku mencintai Super Junior itu artinya aku mencintai keluarga ku sendiri.

Saat aku mencintai Cho Kyuhyun itu artinya aku mencintai diri ku sendiri. 

-Kim Hyo Jin 

 

Hyo Jin Side

Aku membenarkan topi yang ku kenakan. Merapikan sedikit rambut panjang ku yang kubiarkan tergerai dan terakhir membenarkan kacamata yang ku kenakan sebelum akhirnya aku turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung lifestyle itu dengan slingbag hitam yang tergantung di bahu kanan ku. Ponsel ku sudah sedari tadi berdering, membuat ku malas sekali mengangkat panggilannya karena aku tahu itu adalah panggilan dari seorang Lee Hyuk Jae yang sangat amat tidak sabaran. Kami memang janjian bertemu untuk menonton film bersama, tapi ketahuilah film itu baru akan dimulai jam 8 malam, sedang sekarang baru pukul 7 persis lewat 15 menit. Dan ikan teri itu sudah menghubungi ku lebih dari sepuluh kali. Menjengkelkan.

Pintu lift terbuka persis di lantai 5. Katanya ia menunggu ku di sebuah mini café yang terdapat di dalam bioskop. Ponsel ku kembali berdering, membuatku mendecak malas dan hanya mempercepat langkah kakiku agar aku bisa segera bertemu dengannya dan memakinya dengan puas.

“Wahh lihat-lihat Hyo Jin makin cantik”

“Wah setelah sekian lama… akhirnya”

“Yak! Kenapa kau lama sekali Kim Hyo Jin!”

Dapat ku pastikan, setelah pulang dari sini, tidur ku akan sangat tidak nyenyak karena terlalu lelah. Setelah tadi pagi ku baru mendarat dari China, mendatangi rapat penting, dan ya Tuhan malam ini aku berakhir dihadapan tiga orang pria dengan kejiwaannya yang bisa dikatakan tidak normal. Lee Hyuk Jae seorang diri saja sudah membuat gendang telinga ku sakit. Ini ditambah dua orang lagi yang tidak beda jauh dengan dirinya. Lee Donghae dan Choi Siwon. Membuat ku ingin putar balik melangkah dan pulang saja ke apartment ku yang nyaman.

“Aku rasa Tuhan memang tidak mengizinkan ku untuk istirahat. Jadi, dikirim lah aku bersama kalian 3 pria bodoh!”

Aku duduk di samping Choi Siwon. Sedang ketiganya hanya tertawa melihat respon ku.

“Hey, kau tidak boleh kesal begitu duduk disamping pria tampan seperti ku!” Siwon menyuapkan cheese cake yang ada dihadapannya. Tersenyum dengan manisnya ke arahku yang menatapnya malas. Aku memilih menyuruput ice coffee miliknya. Sebelum akhirnya aku juga mengambil cheecake potongan miliknya dan menyuapkan ke dalam mulutku. “Percuma kau tampan, kalau kau tak bisa membuatku jatuh cinta padamu”

Ia tergelak. Sambil menutupi mulutnya seperti biasa. “Kalau sampai kau jatuh cinta padaku, Kyuhyun akan membunuhku tahu!” Kali ini aku yang tergelak mendengarnya.

“Cepat katakan padaku! Sebenarnya alasan apa kalian bertiga mengajak ku keluar seperti ini, biasanya juga kalau bermain lebih senang datang ke apartment ku dan memberantakinya seperti arena bermain” Aku menatapnya curiga, sedang mereka bertiga saling melempar pandangan. Hmm mencurigakan. Aku melipat kedua tangan ku depan dada dan menatap mereka satu-satu dengan tatapan menyelidiknya. “Kalian tidak berniat merayuku untuk selingkuh dari Cho Kyuhyun kan?”

“HAHAAHHAA” mereka tertawa terbahak-bahak.

“Tidak lah! Kalau kau secantik Song Hye Kyo baru ku ajak selingkuh” tanggap Eun Hyuk cepat. Disusul dengan candaan dari Siwon yang mengatakan, “Kan sudah ku katakan, aku tidak ingin merusak hubungan ku dengan Kyuhyun, hhahaahah!”

Baik disaat keduanya tertawa lepas, ada satu pria yang tampak tidak sehat. Lee Donghae. Ada yang aneh dengan sikapnya.

“Kalau kau bagaimana Lee Donghae?”

“Eoh?”

“Ia baru saja patah hati, jadi semangatnya hilang Hyo. Karena itulah kami disini berusaha menghiburnya” Pernyataan Eun Hyuk membuat ku menyerengit. Patah hati? Bukan kah hubungannya dengan Kim Yeong Jin baik-baik saja? Bahkan aku sempat bertemu dengan Yeong Jin dua hari lalu dan gadis itu tampak seperti biasanya.

“Patah hati?”

“Mereka berakhir. Kim Yeong Jin memutuskannya”

Aku sedikit terkejut. Ini mereka sedang tidak bercandakan? Kalau mereka benar-benar putus kenapa Yeong Jin tak mengatakan apapun padaku?

“Yeong Jin memutuskannya? Kenapa?”

Lee Donghae menyesap minumannya. Sebelum akhirnya menatapku dengan tatapan sendunya. Huu pria melankolis ini pasti sedih kali. “Ada pria lain yang bisa memperlakukannya lebih baik. Jadi aku rasa memang sudah seharusnya kita berakhir”

Ia tersenyum. Dengan baby face miliknya. Membuatku malah semakin berpikir. Sebenarnya apa yang terjadi. Apa iya Yeong Jin jatuh cinta pada yang lain? Yang kutahu selama ini, Lee Donghae sudah menjadi dunianya. Ia bisa dijungkarbalikan hanya karena Lee Donghae. Tapi ya, hubungan ku dengan Yeong Jin akhir-akhir ini memang tidak terlalu dekat karena pekerjaan kami yang sekarang sudah jarang bersama. Yeong Jin tekun pada bidang designnya sedang aku masih melanglang buana di dunia modeling.

Aku juga tidak intens berhubungan dengannya, karena kali ini pekerjaan ku benar-benar menyita waktu dan juga tenaga ku. Jadi apa iya Yeong Jin jatuh pada pesona pria lain?

“Maaf aku tidak tahu untuk hal itu, Oppa. Aku akan mencoba untuk menanyainya nanti. Kebetulan lusa kami ada pertemuan bersama, jadi mungkin….”

“Yaya, tidak usah Hyo-ah. Tidak apa-apa. Yeong Jin butuh waktu. Aku juga butuh waktu jadi biarkan saja”

Aku merasa tak enak hati melihatnya. Kedua pria yang tadi terdiam mendengarkan ku dan Donghae kini sudah menghabiskan cake yang ada dihadapannya. Membuat ku berdecak dan akhirnya mengambil minuman Eun Hyuk dan membuatnya mendecak tak terima. “Yak! Aku hanya mampu membeli satu minuman. Tidak ada uang lagi. Ambil saja milik Siwon, kulihat ia membawa kartu banyak sekali tadi”

Siwon tertawa. Ia menyodorkan minumannya yang masih setengah dan tersenyum dengan manisnya ke arahku. Hmm.. ia tidak benar-benar sedang jatuh cinta padaku kan? Hahaha!

“Aku tidak mau diamuk Kyuhyun karena tidak memperlakukan kekasihnya dengan baik!”

Hahahaha! Cho Kyuhyun memang hebat sekali. Biasanya ia akan marah sekali kalau aku dijahili oleh tiga pria ini. Tapi ia akan berbalik ikut membuly ku saat tahu kalau Kim Heechul yang sudah mengeluarkan sifat jahilnya. Ah jadi merindukannya.

“Ah ya bagaimana kabar kakak-kakak ku yang lain? Aku belum sempat mengunjungi kalian. Terakhir aku berhubungan dengan Heechul Oppa dan berakhir dengan telfon ku yang dimatikan karena ia terlalu asik main game”

Ketiganya tertawa. “Kami sibuk dengan jadwal masing-masing. Tapi kami sedang sibuk juga mempersiapkan encore Super Show 7. Kau akan menontonnya kan?” Siwon menatapku penuh antusias.

“Inginnya sih, tapi sepertinya aku ada jadwal untuk bertolak ke—“

“Kalau sampai kau tidak menonton kami, putuskan hubungan mu dengan magnae kami sekarang juga!”

Sialan Eun Hyuk! Aku tertawa mendengarnya.

“Kau ingin menonton di backstage atau bersama penggemar? Aku akan memberikan tiket emas ku secara Cuma-Cuma” Donghae memberikan tawaran yang bagus sekali. Tapi,

“Penawaran yang bagus sekali Lee Donghae, tapi maaf. Cho Kyuhyun sudah menjadi tiket emas ku untuk masuk ke dalam backstage dan meminta foto bersama kalian”

Hahaaha dasar pria bodoh ini. Ia juga ikut tergelak.

“Oh ya, aku mengirimkan foto mu ke grup chat para member. Heechul Hyung bilang ia akan membelikan apapun yang kau mau kalau kau menemuinya saat ini juga, lihat”

Siwon menyodorkan ponselnya ke arahku. Dan ya. Super Junior memang gila. Tidak ada yang waras dalam grup ini.

IMG_20190407_215004

Siwon : Lihat, kami bertiga bertemu dengan siapa? kkkk~

Heechul : Astaga! Adik ku sudah kembali! Katakan padanya aku akan membelikan apapun yang ia mau kalau ia ke apartment ku sekarang juga!

Leeteuk: Jahat sekali ia tidak menemuiku dan malah bertemu dengan pria gila.

Shindong:Hyo Jin AAAAAA. Datang ke apartment ku dan aku akan membiarkan mu makan makanan kesukaan mu sepuasnya!

Yesung: Hyo sebaiknya kau cepat pulang! Jangan terlalu lama bermain dengan pria-pria ini.

Ryeowook: Kim Hyo Jin tidak terlihat mukannya saja cantik!!

Yesung: Saat Kyuhyun membaca chat ini, pasti habis kita diamuknya!

Hahaa. Dasar! Membacanya membuatku tertawa. Juga membuat hatiku hangat. Entahlah. Tetap berada dikeluarga ini bukan suatu masalah bukan?

******

Kyuhyun Side

“Aku mau satu cup lagi, boleh tidak?”

Haha. Mukanya lucu sekali. Memelas dengan tangan kanannya yang masih memegang sendok kecil yang ia gunakan untuk memakan es krim. Aku pura-pura menatapnya tegas sembari menggeleng. Sedang ia semakin merajuk dengan menunjukkan muka anak anjinya dengan kedua mata bulatnya yang berbinar-binar. Aku menghela nafas, menyilakan tangan ku depan dada dan membuatnya ikut menghela nafas karena merasa tak berhasil merayuku untuk membelikannya satu cup es krim lagi.

Haha. Gemas sekali. Jangan kan satu cup, aku bisa membelikan satu toko es krim ini hanya untuk dirinya.

“satu, dua, tiga, empat, lima, kau sudah menghabiskan lima cup es krim, Kim Hyo Jin. Aku sudah bangkrut tidak punya uang lagi”

Ia menatap ku malas. “Bahkan terakhir ku lihat uang ditabungan ada 6 atau 7 mil—“

“Yayaya… kau bisa memakan es krim sepuasmu”

Ia kegirangan. Langsung memesan satu cup es krim lagi dengan dua varian rasa kesenangannya. Aku tergelak melihat tingkah lakunya.

Hari ini jatah liburku dari kegiatan wajib militer. Tadi kami memutuskan untuk bermain ke apartment Ahra Nuna untuk melihat dua keponakan ku yang lucu sekali. Setelah itu, Hyo Jin menagih janjiku untuk mengajaknya makan pizza, menemaninya pergi ke salon, dan berakhir pada kedai eskrim ini yang tak jauh dari apartmentnya. Kedai eskrim ini kecil, tidak terlalu ramai, dan ya selalu menjadi tempat favorit Hyo Jin saat gadis itu ingin memakan es krim. Ia tak pernah mau kalau kuajak memakan es krim ditempat lain.

“Kau marah karena aku banyak sekali makan es krim ya?” Ia terus menyuapkan es krim ke dalam mulutnya. Tak berani menatapku. Tapi berani-beraninya ia mengatakan hal itu dengan nada takutnya. Haha.

“Kata siapa?”

“Kau memperhatikan ku terus dari tadi. Tidak bawel seperti biasanya”

Aku tersenyum. Mengulurkan tangan ku untuk mengacak rambutnya. “Aku hanya senang memandangi mu seperti ini. Kau tetap seperti anak kecil kalau sudah dihadapkan dengan es krim. Padahal umur mu sudah memasuki 31 tahun Hyo. Aigo~ aku berpacaran dengan ahjumma!”

Raut wajahnya berubah saat itu juga. Ia langsung tertawa. Begitu juga matanya yang menghilang tenggelam dalam tawanya hingga menunjukkan lekungan seperti bulan sabit. “Yak! Aku juga berpacaran dengan seorang ahjussi. Kita ini sudah sama-sama berumur tahu! Hahaaha!!”

Cup es krim terakhirnya habis. Ia tampak kesenangan dan juga kekenyangan. Sampai-sampai ia menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi tersebut.

“Hey, Teukie Hyung mengatakan padaku kalau saat ini member sedang melakukan rehearsal. Ingin kesana tidak?”

Matanya berbinar-binar. Dua detik kemudian ia mengangguk dan langsung menyeret ku untuk keluar dari kedai es krim.

Haha gadis ini!

***

“Aku sudah mengatakannya padamu berulang kali. Hati-hati. Perhatikan langkah kaki mu”

Ia tampak kesakitan. Ingin menangis, tapi ditahannya dengan menggigit ujung bibir bawahnya. Sorot matanya takut. Membuatku tak tega melihatnya. Tapi bagaimana? Ia selalu saja seperti ini. Ceroboh. Membuatku tak berhenti untuk tidak mengkhawatirkannya. Hyo Jin terjatuh saat terlalu senang memasuki bangunan lokasi konser kami. Kakinya terkilir, membuatnya sulit berjalan dan membuatku mau tidak mau membawanya ke salah satu ruangan yang kebetulan tempat transit para member.

Aku juga sudah mengatakannya untuk mengenakan alas kaki yang membuatnya nyaman saja, seperti sepatu kets seperti biasanya. Tapi ia tak mendengarkan ku dan memilih sebuah flatshoes yang berhak sekitar 3 senti.

Para staff yang ada disana sempat membantu ku menangani kaki Hyo Jin, mereka semua memperlakukannya sama seperti memperlakukan kami saat mengalami cidera diatas panggung. Dan ya Hyo Jin hanya meringis dan diam tak mengeluarkan kata apapun.

“Aku tidak mau ada kejadian seperti ini lagi oke?” Aku masih berjongkok dihadapannya yang kini duduk disalah satu kursi. Mencoba memastikan kakinya baik-baik saja dengan memberikannya pijatan-pijatan kecil. Ia tidak merespon hanya memegang bahuku dengan erat.

“Jangan kenakan sepatu seperti ini lagi kalau bukan kepentingan bekerja. Termasuk saat kita akan bermain diluar. Kasihan kaki mu. Ini kebetulan saat bersama ku, kalau kejadiannya sama seperti dua bulan lalu saat kau di Australia bagaimana?”

Ya dua bulan lalu Hyo Jin pernah terjatuh juga karena ia ceroboh tidak memperhatikan langkah kakinya. Beruntung saat itu ia bersama dengan ibunya sehingga ia ada yang menemani. Kalau tidak bagaimana?

“Berhenti memarahinya seperti itu Cho Kyuhyun! Kau tidak lihat kalau gadis mu itu sudah ketakutan dan ingin sekali menangis?”

Heechul Hyung memasuki ruangan, disusul dengan Leeteuk Hyung dan juga Eun Hyuk Hyung. Heechul Hyung menatap ku galak tampak tidak terima, karena ia adalah salah satu orang yang sangat tidak suka melihat member siapapun itu memarahi kekasihnya. Termasuk Leeteuk Hyung. Hanya Eun Hyuk Hyung yang pasti tertawa melihatnya. Ia senang sekali kalau sudah melihat aku memarahi Hyo Jin. Dasar!

“Sudah-sudah jangan memarahinya lagi, kau mau ditinggalkan dirinya karena kau selalu mengomel seperti ini?”

Leeteuk mendekat kearah kami. Mengelus puncak kepala Hyo Jin dan disambut dengan Hyo Jin yang langsung memeluknya. Hah pasti ia langsung menangis. Teuki Hyung memang sandaran terbaik yang kami miliki. Aku juga sebenarnya tidak tega memarahinya seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi?

“Ini sudah kesekian kalinya ia seperti ini Hyung. Aku hanya memberitahunya, bukan memarahinya”

Tidak ada yang percaya. Mereka langsung memolotiku tanpa ampun. Para Hyung ku memang lebih menyayangi Hyo Jin dari pada ku sebagai maknae mereka. Menyedihkan sekali bukan?

“Yak! Ini sudah kelima kalinya kau membuat nangis di tahun ini! Aku tidak perlu membacakan semua kesalahan mu kan?”

Hmm Eun Hyuk Hyung ikut beralih. Padahal biasanya ia selalu menjadi barisan terdepan melindungiku saat tahu aku menjahili atau memarahi Hyo Jin sampai menangis.

“Hyung, biasanya kau membela ku”

“Maaf Kyu, kali ini aku ingin ada di pihak Hyo Jin saja”

Sialan! Aku tertawa pelan melihatnya. Hyo Jin sudah melepaskan pelukannya pada Leeteuk Hyung, mukannya memerah, matanya basah karena air matanya, aku melihatnya tersenyum. Kalau sudah seperti ini biasanya Hyo Jin akan ikut tersenyum dan menyadari kesalahannya.

“Sudah? Pelukan Teukie Hyung lebih membuat mu nyaman ya?”

Ia merengut, membuatnya langsung beralih menjadi memeluk ku. Aku tertawa, sedang member yang lain hanya menggeleng pelan melihatnya.

“Sekali lagi memarahinya akan ku buat kau menangis Kyu!”

Hahaha, Heechul Hyung mengatakannya persis dengan nada khasnya memaki. Membuatku hanya tertawa pelan diikuti dengan yang lain.

“Bagaimana persiapannya? Apa semua berjalan dengan baik?”

Teukie Hyung memulai ceritanya. Ditanggapi dengan beberapa member yang lainnya. Mencairkan suasana dan tentunya membuat Hyo Jin tertawa lagi. Syukurlah, senang sekali kalau melihatnya sudah tertawa.

***

Hyo Jin menjadi individu yang disenangi banyak orang. Aku sangat senang sekali begitu melihat respon para member dapat menerimanya dengan baik bahkan menjadikannya sebagai salah satu perempuan kesayangan yang mereka anggap seperti adik mereka sendiri. Seperti saat ini, setelah tadi kami berkumpul di lokasi rehearsal kami memutuskan untuk mengumpul lagi di dorm. Memesan makan yang banyak dan mulai memainkan game ini dan itu hingga semuanya terbahak dan lelah sendiri pada akhirnya.

“Yak Lee Hyuk Jae!!!! Berani kau menyentuh pouch make up ku, habis kau!” Kakinya yang terkilir tidak menyurutkan energinya. Ia terus saja berlarian kesana-kemari dengan langkah kaki yang tertatih mengejar Eun Hyuk Hyung yang kini melempar pouch make up kesayanganya ke Donghae Hyung atau Siwon Hyung. Sedang kan yang lain? Sama sepertiku hanya diam menyaksikan mereka bermain seperti di taman bermain kanak-kanak.

Aku berani taruhan, pouch make up Hyo Jin akan berakhir ditangan Donghae Hyung. Bisa saja isinya berhamburan berantakan atau bisa jadi salah satu isinya ada yang rusak dan membuatnya kesal setengah mati tapi tidak bisa membuatnya berteriak marah, dan berakhir merajuk dengan mendekap ku. Menangis. Seperti kejadian yang sudah-sudah. Karena tiga Hyung ku itu senang sekali mengerjai Hyo Jin. Album CD, Skecth Pad, iPhone, iPod, semua sudah menjadi korban. Kita akan lihat apakah Pouch Hyo Jin akan menjadi korban selanjutnya atau tidak.

Kita lihat saja. Kejadian ini akan terjadi barang lima atau sepuluh menit lagi.

“Yak Siwon tangkap!!” Siwon Hyung menangkapnya dengan sigap. Mengejek-ngejek Hyo Jin yang sudah tampak kelelahan mengejar mereka bertiga. Hyo Jin mendekat, dilemparkannya lagi Pouch itu ke arah Eun Hyuk. “Hyuk ini!”

“Kalau milik Hyo Jin berakhir seperti yang sudah-sudah, kalian bertiga harus menggantinya!” Heechul Hyung berteriak, tapi masih dengan laptop di pangkuan dan headphone di telinganya. Ia sudah tenggelam dalam dunia gamenya. Sama halnya seperti Teuk Hyung yang sudah berselancar di dunia maya.

“Kalau begitu aku berharap terakhir di tangan Siwon! Ia tidak akan miskin karena mengganti isi dari pouch ini!” Eun Hyuk Hyung melempar lagi, ditangkap oleh Siwon Hyung dengan cepat.

“Demi Tuhan di dalam ada series limited edition milik ku, kalau sampai pouch ku berakhir seperti barang yang sudah-sudah aku akan membenci kalian dalam hidupku!” Ketiga Hyungku hanya tertawa, membuat Hyo Jin mendecak malas.

Siwon melemparkannya ke arah Donghae Hyung sembari berkata, “Seperti biasa barang mu akan berakhir di Donghae, jadi benci Donghae saja. Jangan benci kami berdua Hyo!”

“Kupastikan barang mu kini aman, atau kalau tidak aku akan mis…..”

Brakkk

Dan.

Terjadi lagi.

Ketiga Hyung ku terdiam. Saling melempar pandangan. Sedang Hyo Jin mengambil pouchnya dengan cepat dan terburu memeriksanya. Raut wajahnya kesal sekali, ku yakin dua menit setelah ini iya tidak mengatakan apapun dan hanya mencariku untuk menangis dalam pelukan.

“Yaya, aku sudah bilang untuk kalian berhenti. Jadi kalian harus menggantinya, Atau kalian tak boleh lagi berteman dengan Hyo Jin” Masih terus menatap laptopnya. Heechul Hyung tak beralih. Begitu juga dengan yang lain. Tadi suasanya tiba-tiba hening. Saling menatap. Sedang aku hanya tersenyum memastikan kalau semuanya akan baik-baik saja. Haha.

“Cho aku mau pulang”

Ia berjalan menghampiriku. Dengan muka sedihnya. Menunjukkan beberapa make up nya ada yang patah. Dan sudah bersiap untuk menumpahkan tangisannya.

Aku meletakan kaleng coke ku ke atas meja. Menariknya untuk duduk di pangkuanku. Dan ia langsung memeluku ku dan menyembunyikan wajahnya.

Ya Tuhan! Kenapa sih Hyung ku senang sekali membuatnya menangis? Haha. Gemas sekali aku melihatnya seperti ini. Sebenarnya aku ingin memarahi ketiga hyung ku itu, hanya saja mengingat kalau ini adalah moment kami berkumpul bersama aku mengurungkan niatku dan ingin membiarkannya saja untuk menikmati itu.

Dan sebenarnya karena kejahilan mereka juga selalu menjadi alasan kenapa Hyo Jin tidak pernah mau bermain ke dorm saat aku tidak ada.

“Aku akan mencarikan yang baru untuk mu, oke?” Ia menggeleng. Membuat Shindong Hyung sedari tadi diam memainkan ponsel akhirnya mendekat dan juga berusaha membujuk nya. “Bukan Kyuhyun yang akan menggantinya. Kau tenang saja, kami akan memastikan mereka bertiga yang akan mencari baru untuk mu, Hyo”

“Aigo! Anak-anak ini. Mengganggu ketenangan kita saat seharusnya besok memikirkan konser! Ayo cari, ganti!!” Leeteuk Hyung memarahi ketiganya. Membuat mereka langsung memakai mantel dan keluar dari dorm entah kemana.

“Aku mau pulang”

Ia berbisik. Sedang aku hanya menepuk-nepuk punggungnya pelan untuk menenangkan. Baik. Aku harus menurutinya atau suasana akan makin tidak bisa dikendalikan dan ia merajuk benar-benar seperti anak kecil.

Huft.

****

Hyo Jin Side

Aku benar-benar lelah sekali hari ini. Kakiku terkilir karena kecerobohan ku. Di tambah aku dijaili dengan tiga orang gila yang membuat ku kesal setengah mati. Terkadang aku berpikir kenapa mereka bisa sangat baik pada ku saat diluar, tapi kenapa saat sudah ada Cho Kyuhyun dan member yang lain, tingkat menjahilinya lebih-lebih dari Kyuhyun? Dan kenapa aku pasti berakhir dengan menangis, padahal aku bisa leluasa mencaci maki mereka karena kesal. Astaga! Kenapa sih aku ini aneh sekali?

“Jangan kenakan sepatu itu lagi saat kau ingin pergi kemanapun ya. Kecuali memang tuntutan pekerjaan. Perhatikan langkah kaki mu. Jangan sampai terkilir lagi. Jangan ceroboh. Jangan meminta ku untuk tidak khawatir padamu, karena nyatanya kau selalu membuat ku khawatir Hyo”

Suaranya menghangatkan hati. Membuatku membuka kedua mataku dan mendapati dirinya yang sedang berbaring miring bertopang lengan kirinya dan menatap ku dengan tatapan teduhnya. Aku sampai lupa kalau ia masih akan disini sampai aku benar-benar tertidur.

Ia tersenyum. Merubah posisinya, menyisipkan lengan kirinya ke bawah leher ku dan menarik ku ke dalam pelukannya. Membuatku dengan bebas menghirup aroma tubuhnya yang selalu memabukan dan membuatku betah untuk lama-lama bertahan di sana. “Maaf karena sudah mengomelimu seperti tadi. Maaf juga atas kelakukan tiga hyung ku ya, aku akan mencarikan yang baru untukmu”

Sebenarnya, aku tidak pernah marah saat aku dimarahi oleh nya. Bahkan aku menikmati bentuk perhatiannya. Hanya saja, kadang nada bicaranya yang membuat ku takut. Membuatku merasa benar-benar seperti diintimidasi kalau aku memang bersalah. Dan untuk masalah tiga orang itu, sebenarnya aku juga tidak pernah marah dan mengharapkan mereka menggantinya. Aku hanya kesal. Itu saja hahaa. Lagipula mana aku boleh marah pada bias kesayangan ku? Aku dibutakan cinta oleh idol, ckckck!

“Aku hanya takut dengan nada bicaramu padaku”

Ia mengelus rambut panjangku. Juga menepuk-nepuk punggung ku sesekali. “Maaf aku belum bisa mengontrol emosi ku kalau sudah khawatir padamu”

Dalam pelukannya aku tersenyum. Mengeratkan pelukan ku padanya. “Hyo”

“Ya?”

“Kalau aku berikan mu tiga permohonan untuk ku kabulkan kau akan meminta apa?”

“hmm…Kau dan member Super Junior yang lain harus tetap bersama-sama. Jaga kondisi tubuh kalian. Jaga komunikasi kalian. Jangan biarkan orang lain merusak kalian. Kedua kau harus tetap menjadi dirimu sendiri. Selalu hati-hati dalam bersikap. Karena kau seorang idol. Kau adalah motivasi untuk orang lain, jadi jangan buat orang lain kecewa karena sikap mu. Dan yang terakhir, Kau harus tetap mencintaiku. Tetap bersamaku, jangan lepaskan tangan mu padaku ya Cho?”

Ah sialan! Kenapa aku ingin menangis ya?

“Kenapa kau malah meminta permohonan agar diriku lebih baik? Kenapa kau tidak meminta permohonan untuk dirimu sendiri?”

“Itu permohonan besar untuk diriku sendiri Cho. Ketiga hal itu adalah salah satu sumber kebahagiaan ku. Jadi aku harap kau bisa mengabulkannya ya”

Ia mengangguk pelan.

“Cho”

“hmm?”

“Anniya… aku mengantuk. Aku tidur ya”

“Selamat malam Hyo. Jangan lupa berdo`a pada Tuhan”

Aku terkekeh mendengarnya.

Cho Kyuhyun, aku menyayangimu!!

****

Aku membuka mantel cokelat ku dan merapikan baju ku yang terlihat sedikit kusut karena nyatanya aku memaksakan diriku untuk menyetir sendiri dengan kondisi kaki yang masih terkilir. Dan ya, itu cukup sakit untuk dirasakan selama kurang lebih tiga puluh menit perjalanan. And now I`m here. Di depan pintu sebuah apartment cukup mewah. Menanti dengan gugup dibukakan pintu oleh pemiliknya yang sudah kutunggu hampir lima menit lamanya. Aku memencet bel nya sekali lagi. Akan aku tunggu lima menit lagi. Kalau memang tidak dibuka, ya hmm aku harus pulang secepat mungkin.

“Hyo Jin?”

Thanks God! Akhirnya pintu terbuka, memperlihatkan sosok tubuhnya yang sudah hampir dua atau tiga tahun kebelakang tak lagi ku lihat secara langsung. Ia tersenyum. Menyambutku dengan pelukan hangat selamat datang.

“Kau sendiri? Ayo masuk” Ia menggeser sedikit tubuhnya. Membiarkan ku untuk masuk kedalam apartmentnya yang ternyata cukup luas dan terlihat rapi. Ia mempersilahkan ku duduk, sebelum akhirnya aku disambut dengan seorang perempuan cantik dengan rambut panjangnya yang terkuncir dengan asal.

“Ah, Annyeong Haseyo Hyo Jin-ssi”

Aku hanya tersenyum. Terasa kikuk walau hanya sekedar harus membalas sapaannya.

Perempuan itu berlalu menuju pantry. Menyiapkan minuman. Sedang aku akhirnya duduk di sofa biru berhadapan langsung dengannya.

Pria itu masih sama. Senyumnya masih sama. Hangatnya masih sama. Tak ada yang berubah dan memang sudah seharusnya seperti itu.

“Ah, sudah lama sekali bukan? Bagaimana kabarmu?”

Akhirnya ia memecah keheningan.

“Ah ne, aku baik-baik saja Oppa. Kau bagaimana? Kalian selalu bahagia bukan?”

Ia tertawa pelan. “Kau tahu dari mana alamat ku?”

“Ah maaf Oppa, aku sebelumnya meminta pada Sungjin. Kebetulan aku baru akan kembali menetap di Seoul. Dan rasanya aku ingin sekali berkunjung menemuimu. Apalagi aku tidak sempat datang di pernikahan kalian”

Perempuan itu menyajikan ku secangkir minuman dan beberapa cemilan. Tersenyum dengan cantiknya dan duduk di samping Lee Sungmin. Kim Sa Eun, benar-benar cantik.

“Ah, Saeun-ssi benar-benar cantik. Maaf aku baru menemui mu kali ini”

“Tidak apa-apa Hyo Jin-ssi. Kau pasti sibuk sekali bukan?”

Hening. Suasananya benar-benar canggung sekali. Niatan ku untuk berbicara santai dengan keduanya juga hilang entah kemana. Membuatku benar-benar merasa tidak nyaman. Dan ku yakin juga mereka berdua merasakan yang sama.

“Hmm.. Kau sudah bertemu dengan Kyuhyun?”

“Ah ne, Oppa. Aku juga sudah menemui member yang lain”

Lee Sungmin tersenyum. “Kau pasti masih menjadi kesayangannya para member bukan? Masih sering dijaili oleh Donghae, Eunhyuk dan juga Siwon. Iyakan?”

“Mereka baru saja membuatku menangis semalam. Tingkahnya benar-benar tidak berubah! Menyebalkan!”

Ia tertawa mendengarkan penjelasan ku. Begitu juga dengan Sa Eun yang mengulum senyumnya. “hmm.. kalian akan datang ke Super Show kan?” tanyaku pada akhirnya.

Dua orang dihadapan ku saling beradu pandangan. Berkomunikasi lewat mata mereka dan entah kenapa membuat ku pesimis karena ku yakin mereka akan menjawab tidak datang.

“Ingin sekali kami datang, tapi.. kau mengerti kondisinya bukan?”

“Kita masih berkumpul bersama di backstage kan oppa?”

“Hyo, ini tidak.. semudah apa yang kau pikirkan. Aku ingin sekali datang, tapi sepertinya kehadiran ku malah akan membuat suasana menjadi tidak baik. Jadi sepertinya aku dan Sa Eun tidak akan datang”

Mendengarnya aku kecewa sekali. Padahal aku ingin sekali melihatnya berkumpul dengan member yang lain walau hanya sekedar mengunjungi di backstage setelah berakhirnya konser.

“Aku ingin sekali datang memberikan support secara langsung, tapi sepertinya sekarang memang belum tepat untuk aku menunjukkan diriku lagi di depan para member dan penggemar. Jadi maaf kali ini aku belum bisa, Hyo”

Berusaha mengerti keadaan. Aku hanya tersenyum. Diam-diam aku hanya berdoa pada Tuhan, berharap mereka akan bisa kembali bersatu semua member seperti seharusnya.

New HyoKyu : Lost Of Memories

Ck26WTVUoAE3-lI.jpg

 

“Batalkan kontrakmu dengannya”

Hyo Jin membeku selama tiga detik. Gadis itu berusaha memahami ucapan Kyuhyun dengan baik, dan meletakan berkas-berkas yang tadi sedang dibacanya ke atas pangkuan. Perempuan itu menoleh. Meminta Kyuhyun mengulangi ucapannya barusan, tapi ia hanya mampu menghela nafas setelah melihat wajah Kyuhyun yang tampak mengacuhkannya. “Cho, aku tidak bisa membatalkan kontraknya. Pekerjaan kami sudah mulai berjalan. Lagi, kenapa harus aku membatalkannya?” Continue reading

HyoKyu Story Line : That Feels!

hyo

HOLA! TERIMAKASIH BANYAK BUAAT YANG UDAH MAMPIR DAN MAU KOMEN. ATAUPUN YANG UDAH MAMPIRR SEKEDAR BACA AJA. PERCAYALAH ITU ADALAH HAL YANG MAU NULIS TERUS. HEEHEHE. KALI INI AKU RASA JUDUL SAMA ALUR CERITANYA ABSURD GITU. AKU PENGEN NULIS ADA IDE TAPI SUSAH BUAT BANGUN ALUR SAMA FEELNYA. JADINYA GINI DEH 😦 SEMOGA TETEP PADA TERHIBUR YAAAHHH

Continue reading

HyoKyu Story Line : Happy Birthday Cho!

kyuhyo.png

Hola! Setelah dari kemarin bingung banget mau buat apa buat ulang tahun Cho, akhirnya kesampean juga nulis dengan ide yang aneh ini. Semoga bagi yang baca sukaaa yaaaa. Aku juga mau terimakasih sama semua yang udah mau baca fanfict aku. Kritik dan saran terbuka dengan lebar ya. Ini gak nyambung sama cerita Hyo Jin pain kokkkkk! jadi hope u like it ya! Maaf juga fotonya maksa hihiwwwww!!

Continue reading

HyoKyu Story Line : Days where everyone knows

10430925_649404298479398_2024831798176909681_n.jpg

September 2012.

Baru saja aku menghirup nafas dengan lega karena masa promosi album kami Mr. Simple berakhir dengan sangat memuaskan. Tapi barang seminggu setelahnya aku kembali dipusingkan kembali karena foto ku berkencan dengan Hyo Jin disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan berhasil membuat kekacauan karena berita ku ramai sekali diperbincangkan banyak orang. Continue reading