Hyuk Jae-Hyun Joo : First

tumblr_o2jqboW6dq1uj7oeao4_1280

Park Hyun Joo

Tapi, aku mohon kalian jangan terlalu terobsesi.

Kenapa?

Karena siapapun kalian. Secantik apapun kalian. Sekaya apapun kalian. Aku tidak akan pernah tertarik pada kalian.

Iya. Tidak akan pernah.

Pengganti Hyo Jin dan Kyuhyun ada Lee Hyuk Jae dan Park Hyun Joo.

Enjoy it~~

 

Hai perkenalkan, nama ku Lee Hyuk Jae. Pria tampan berumur tiga puluh tahun. Aku seorang pengusaha muda. Keluarga ku adalah keluarga cukup terpandang di Korea Selatan ini. Kakek ku seorang politikus di negara ini, sedang Ayah ku adalah seorang Hakim yang cukup di segani. Sedang ibu ku? Ah, ia hanyalah ibu-ibu sosialita yang sibuk hang out sana-sini dengan kolega ayah atau pun kakek. Dan kakak perempuan ku? Sepertinya ia mementingkan study nya dan memilih menjadi perempuan tua di negeri sebrang.

Lalu bagaimana aku menjadi seorang pengusaha?

Tidak lah penting. Aku hanya tertarik dengan bisnis dan hanya ingin menciptakan banyak lapangan kerja untuk mereka yang membutuhkan. Perusahaan ku memang masih terbilang seumur jagung, baru dua tahun berdiri. Tapi tolong, jangan meragukannya, karena aku akan membuat perusahaan ini melebarkan sayapnya dan bersiap untuk mengepakan seluruh dunia. Jadi, kalian para wanita tenang saja, kalian terus saja melanjutkan untuk berhalusinasi se liar mungkin dengan imajinasi kalian untuk menjadi pendamping hidupku.

Tapi, aku mohon kalian jangan terlalu terobsesi.

Kenapa?

Karena siapapun kalian. Secantik apapun kalian. Sekaya apapun kalian. Aku tidak akan pernah tertarik pada kalian.

Iya. Tidak akan pernah.

Karena pesona ku kini, hanya akan ku tujukan kepada ia.

Iya, ia. Gadis musim semi favorit ku.

Sudah. Hatiku sudah terisi penuh dengannya. Jadi maaf, aku tak akan mau dengan kalian walaupun kalian secantik bidadari yang turun dari kayangan. Tapi hmm, jika kalian mempunyai lekuk tubuh yang cukup bagus, aku rasa aku dapat memikirkannya kembali.

Hehe, tidak. aku hanya bercanda ladies.

Karena bagaimana pun, sejak saat itu, aku sudah berjanji.

Aku tak akan melepaskan pandangan ku dari nya.

Dari gadis beraroma apel kesukaan ku.

Jadi, cukup.

Mundur dari sekarang.

 

****

 

Namanya Park Hyun Joo. Gadis berambut pirang yang panjangnya sampai sebahu dan menutupi pundaknya. Umurnya baru saja menginjak dua puluh delapan tahun pada empat april beberapa bulan yang lalu, tapi percayalah semua orang akan mengiranya baru berumur delapan belas tahun karena saking imutnya. Matanya bulat,  dan kedua bola matanya bewarna coklat dengan sorot mata yang menenangkan. Ia adalah seorang designer yang sukses di usia mudanya. Dan prestasinya saat ini tidak lah lagi diragukan karena namanya mulai di kenal di seluruh penjuru Amerika dan Eropa.

Ia anak tunggal dari pasangan pengusaha besar di Seoul, sedang Kakeknya juga menggeluti dunia yang sama seperti kakek tua ku.

Ia anak orang kaya. Terpandang. Tapi, tak sedikit pun ia menunjukannya dan malah bisa dikatakan membenci status sosialnya.

Kesenangannya adalah melukis di taman kota pada sore hari. Sembari mendengarkan musik dari earphonenya dan ia akan tenggelam dalam nuansa senja hingga petang. Dan saat itu, adalah saat pertama kali aku menemuinya, di musim semi hari ke lima.

Saat itu ia sangat cantik. Dengan rambut panjangnya yang tergulung, sedang dress santainya tergerai diatas rumput yang juga tampak kesenangan akan kehadirannya.

Ia gadis yang ku sayangi sejak aku berumur enam tahun.

Dan aku masih mencintainya sampai saat ini. sampai menit ini. sampai detik ini. sampai dimana kini aku masih saja senang memperhatikannya yang sibuk membaca novel tebal yang tadi di belinya di toko buku  berjarak lima puluh meter dari kafe ini.

Ia terlalu sempurna di mata ku. Ya Tuhan.

“Makan waffle mu dan berhenti menatap ku dengan senyum om-om seperti itu, Lee Hyuk Jae”

Berhasil. Selama satu jam di perhatikan, pasti ia akan merasa risih. Ia akan mengetuk-ngetuk telunjuknya di meja, menungguku untuk menghentikan aktivitas ku menatapnya.

Tapi seperti biasa aku tak akan menurutinya. Karena apa? Karena aku sengaja membuatnya kesal.

Aku sengaja mencari perhatiannya. Karena aku suka melihatnya marah. Aku suka melihatnya mendecak. Aku suka melihatnya merasa terganggu. Dan yang paling ku suka adalah saat dimana ia memutar kedua bola matanya jengah dan akhirnya…

“Lee Hyuk Jae, berhenti menatapku. Berhenti atau aku akan memanggil polisi”

Haha. Lihat? Dia mau memanggil polisi. Dan kau tahu apa alasannya?

Alasannya adalah…

“Jadi kau benar-benar memilih untuk ku laporkan polisi ya? Okay, kita lihat saja. Aku akan menelpon polisi dan mengatakan kalau kau telah melakukan tindakan pelecehan”

Bodoh kan? Katanya IQ gadis ini berada diatas sepuluh angka dari IQ ku, tapi entah kenapa kalau sudah seperti ini aku merasa kalau ia malah jauh seratus kali lebih bodoh.

“Nona, silahkan panggil. Bukti apa yang ingin kau berikan? Aku sih, bisa saja memberikan rekaman cctv kafe ini dan kita akan lihat siapa yang akan dibawa ke kantor polisi untuk membuat laporan. Diriku, atau dirimu yang dinyatakan telah membuat laporan palsu”

Aku terkekeh. Memilih untuk menikmati pandangan favorit ku yaitu melihatnya sedang merengut sebal, sembari menyesap cokelat panas ku yang tak lagi panas.

Berhasil. Kini ia menutup novel tebalnya. Sedikit menyisihkannya dan kini malah ia yang menopang wajah dan menikmati wajah tampan ku. Astaga, aku memang setampan itu ya?

“Kau malah senang ku tatapi seperti ini ya?”

“Bagaimana aku tak senang kalau yang menatapi ku ini adalah titisan dari seorang dewi?”

Jiwa anchocy ku memang tidak pernah terkontrol saat sedang bersama dengan perempuan cantik. Tapi percayalah, hanya ia yang aku berikan pujian dengan setulus hatiku.

Mendengar itu ia tertawa mengejek. Seperti biasa lagi. “Mana ada dewi yang sukanya marah-marah seperti ku hah?”

“Ada. Yaitu dirimu”

Kini ia tergelak. Tertawa. Membuat hatiku berdebar dan ikut merasa senang hanya karena melihatnya tertawa. Astaga. Turun sudah martabatku sebagai playboy berkelas.

“Hyuk”

Aku menatapnya. Tersenyum. Begitu juga dengan dirinya. Tapi, kali ini ada sedikit yang lain. Mata kesukaan ku itu….. sedang merasakan kegelisahan. Ketara sekali dari sorot matanya yang sedikit meredup walau ia baru saja sehabis tertawa.

“Kali ini apalagi? Apa yang sedang kau gelisahkan hm?”

Ia masih mencoba tersenyum. Tapi kutau, itu sudah usaha maksimalnya untuk mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Ia mulai menunduk. Namun, dengan cepat ku raih tangannya dan menggenggamnya pelan. Sengaja, agar ia menatap ku dan aku bisa menguncinya. Dengan begitu, ia tak lagi merunduk dan membiarkan beban hatinya memperburuk keadaan.

Tidak. aku tak bisa membuatnya seperti itu.

“Hyuk-ah”

Ia masih tak nyaman. Bukan-bukan tak nyaman. Lebih tepatnya, ia masih bingung  memulai dengan kata apa untuk memulai ceritanya.

Aku tersenyum. Mengelus punggung tangannya. “Tenang, aku disini. Bersama mu”

“Semalam aku bermimpi lagi. Tentangnya”

Ya Tuhan, bisa tidak kau hadirkan mimpi buruk untuk ku saja? Tidak untuknya. Aku tidak bisa melihatnya selalu merasa bersalah setiap kali bermimpi perihal itu.

“Kali ini, apa lagi hmm?”

“Kali ini kau sedang berjalan-jalan bersamanya. Tapi saat itu aku juga mengajak mu untuk pergi mencari novel. Dan kau tahu? Kau beralasan tak bisa pergi bersama ku tapi kau pergi bersamanya. Dan kali ini kau tak hanya berdua. Ada Soo Kyung disana. Iya. Soo Kyung teman ku”

Matanya mulai mengabut. Beban itu siap tumpah kapan saja, tapi entah kenapa ia tak berani untuk menumpah ruahkannya dan malah mencoba tersenyum dihadapanku. Sumpah, itu adalah hal yang paling mengerikan yang ia lakukan saat bersama ku.

“Lalu?”

“Tidak ada kelanjutannya, hanya saja—–“

“Hey, dengar aku” Aku tersenyum. “Aku disini. Bersamamu. Tidak dengannya”

Ia mengangguk percaya seperti anak anjing. “Aku hanya merasa kalau aku—-“

“Demi Tuhan kau tidak bersalah. Aku memang meninggalkannya dan memilih untuk bersama mu. tapi ketahuilah itu bukan salah mu. Kau tak pernah merayu atau mendekati ku untuk pergi meninggalkannya. Aku yang pergi karena keputusan ku sendiri”

Cerita masa lalu memang belum usai. Sepertinya aku salah jika Hyun Joo adalah gadis satu-satunya yang ku cinta. Karena faktanya, ada masa lalu yang sempat ku berikan sebagian hatiku untuknya. Tapi tolong ketahuilah, itu hanya masa lalu.

“Hyuk, aku hanya…..”

“Sudah. Aku tak mau mendengar apapun oke? Yang jelas saat ini kau bersama ku”

Aku tersenyum walau tak bisa di pungkiri ada sedikit rasa perih dalam hatiku. Iya. Saat lagi diri ini tersadar, sebesar apapun perasaannya untuk gadis itu, gadis itu tak pernah mau terikat apapun dengannya. Tidak sebagai kekasih.

Apalagi seorang calon pendamping hidup.

Itu hanya angan-angan.

Karena sampai kapanpun, kita ini hanya sebatas teman dekat bukan?

Iya teman dekat.

Sebesar apapun kita menyangkal bahwa nyatanya kita saling mencintai.

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Hyuk Jae-Hyun Joo : First

  1. Jung Haerin says:

    Hmmm?????, jadi mereka bukan spasang kekasih???, hyunjoo-hyukjae???
    Fix harus segera apdet ini mah, hehehehe FIGHTING!!!!

  2. viona says:

    Knapa gk jadi sepasang kekasih aja? Mereka sling mencintai tpi hanya sebatas sepasang kekasih?
    Terus knpa dngan mimpinya hyunjoo?
    Ffnya bagus kok 😊

  3. viona says:

    Knapa mereka berdua gk jdi sepasang kekasih aja?
    Mereka berdua kan sling suka
    Terus knpa dngan mimpi hyunjoo?
    Ffnya bagus kok 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s