HyoKyu Fanfiction : Changed!

HOLA! sepertinya aku harus menarik kata-kataku yang menyatakan bahwa aku akan menyudahkan penulisan fanfict dengan tokoh Hyo-Kyu. Nyatanya aku rindu buat nulis dengan cast mereka. Jadi kali ini aku berusaha buat menjelaskan kenapa Kyuhyun merasa jenuh dengan hubungan mereka dan memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Hyo Jin. Tapi ini secara bertahap ya, jadi post kali ini aku akan menjelaskan kelanjutan kisah mereka sehabis putus dulu, jadi selamat menikmati ya 🙂

Cho Kyuhyun… berubah jadi monster.

The Last Fanfict here!(Password)

 

“Jadi kau akan tetap menerima tawaran itu?”

Pukul tiga dini hari, dibawah lampu temaram di ruang tengah , juga dengan dentingan detik jam yang terasa menggema aku dapat melihat siluet tubuhnya. Cangkir putih kesenangannya berdiri kokoh di atas meja. Mengeluarkan kepulan asap kecil juga aroma kopi yang menyeruak dengan bebas ke seluruh penjuru ruang. Aku, masih berdiri dipembatas ruang. Melihatnya dengan diam tanpa ada niat satupun untuk membalas ucapannya.

“Kenapa diam?”

Duduknya tak tenang. Sedari tadi ia terus saja memainkan kedua tangannya dengan sorot mata tegas yang ditujukan ke arah ku. Membalas tatapannya beberapa detik dan berakhir dengan hembusan nafas pelan. Aku memilih untuk memutar tubuhku dan sudah bersiap menaiki tangga dan lekas istirahat di kamar atas.

“Tidak kah kau berbicara walau hanya satu kata?”

Nada suaranya meninggi, beriringan dengan bunyi pecahan cangkir yang ku yakin pasti sudah ia lempar ke sudut ruang.

Lagi. Ia berulah lagi. Tidak bisakah semua orang hari ini membiarkan ku bernafas lega tanpa beban? Tanpa teriakan? Sebenarnya apa salah ku sampai-sampai hari ini menjadi hari yang buruk untuk ku?

Aku kembali memutar badan. Menatap sosoknya yang sedang panas dengan emosi yang ia buat sendiri. Dengan pelan aku mendecak. Menunggunya melontarkan kata kemarahannya.

“Kenapa masih diam?”

Perlahan ia berjalan menghampiri ku. Mendekat. Dan berakhir dengan menyudutkan ku ke dinding yang jaraknya dua sampai tiga langkah kaki dari tempat ku tadi berdiri. Ia menuntut jawaban. Amat sangat menuntut. Bahkan kini, kedua tangannya sudah memegang ah tidak, lebih tepatnya mencengkram bahuku dengan kencangnya.

Aku tertunduk. Menghela nafas. Mewanti-wanti diriku sendiri untuk kuat. Setidaknya dihadapannya. “Jawaban apa yang kau mau dari ku? Bukan kah kau sudah tahu sendiri apa jawabannya?” Aku mendongak. Dengan angkuhnya menantang dirinya yang bisa saja malah meledak murka karena sikap ku. Masa bodoh.

“Yak!”

“Ini sudah jam 3 pagi, tidak bisakah kau membiarkan aku istirahat saja? Lagi apa perduli mu dengan hidupku?”

“Kim Hyo Jin!”

“Kau… Aku.. Kita… Bukan siapa-siapa lagi bukan? Kenapa masih memperdulikan aku?!”

Ah sialan. Kenapa aku tersulut emosi juga? Tapi setidaknya aku bersyukur menjadi lega karena berhasil mengungkapkan kata-kata itu tepat langsung di hadapannya. Sorot matanya meredup. Bersamaan dengan kedua tangannya yang ia lepaskan dari bahu ku. Pasti bahuku memerah.

“Hyo… Aku…”

“Cho, tolong hanya pergi dan biarkan aku istirahat”

Ia terdiam. Dan aku memilih menaiki anak tangga menuju kamar. Tak perduli. Aku hanya lelah dan ingin istirahat. Hanya itu. Tidak kah semuanya mengerti?

****

Pukul delapan pagi, itu tandanya masih ada waktu selama satu jam sebelum akhirnya aku bergelut dengan sejumlah orang-orang penting dan mendengarkan ocehan mereka mengenai desain yang dihasilkan para desainer-desainer muda hasil didikan perusahan kami. Dengan malas ku bergulat diatas kasur. Merenggangkan otot-otot ku yang terasa kaku sekali dan rasa lelah yang entah kenapa tak kunjung pergi dari tubuhku.

Beberapa kali ku menerjap-nerjapkan mata memandang langit-langit kamarku. Melihat lukisan-lukisan bintang dan planet yang gambarnya sudah Cho Kyuhyun desain beberapa tahun lalu. Tersenyum miris ku melihatnya. Seketika ku berpikir, kenapa Tuhan dulu membiarkan perasaan ku jatuh terlalu dalam pada pesona laki-laki itu kalau pada akhirnya aku dicampakkan seperti ini? Haha, di campakkan? Ia yang mencampakkan ku atau kami yang sama-sama mencampakkan? Entah. Masalah yang bertubi-tubi membuat ku melangkah pada suatu titik dimana kegamangan itu terjadi.

Kegelisahan itu meradang, akhirnya meragu dan ingin usai saja mengakhiri semuanya. Hal itu sudah berhasil terjadi. Tapi entah kenapa, hal ini menjadi suatu hubungan yang tidak jelas karena ia tiba-tiba mendadak hadir memporak-porakan dan kembali meringsek memaksa masuk ke hidupanku.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyibak selimut tebal ku. Menguncir rambut ku dengan asal dan berniat membuat susu hangat untuk membalikan semangat ku. Hmm, membuat pancake juga bukan ide yang buruk.

Bersenandung kecil menuruni anak tangga, mencoba bersikap baik-baik saja walau kenyataannya kelibatan kejadian dini hari pagi membuatku bergidik merasa takut. Iya, sebenarnya aku selalu takut melihat sorot mata tajam nya yang mengintimidasi ku. Aku selalu takut dengan bentakan nada tingginya. Aku takut diamuk olehnya. Tapi entah dimulai dari kapan hal itu seolah menjadi hal yang biasa saja dan diriku mencoba kuat dengan pertahanan yang ku buat sendiri. Setidaknya, tidak terlihat lemah dihadapannya.

Langkah kaki ku menuju pantry terhenti. Menghela nafas melihat ruang tengah ku yang kacau balau dengan pecahan vas juga yang lainnya berserakan begitu saja diatas lantai. Semalam, saat aku mengunci kamar aku sempat mendengarnya mengetuk pintu kamar ku beberapa kali. Mengatakan maaf. Tapi aku tidak aku hiraukan dan berakhir dengan suara-suara barang yang di lempar beberapa kali. Membuatku takut dan akhirnya memilih memaksakan diri untuk memejamkan mata. Cho Kyuhyun… berubah jadi monster.

Sosoknya juga ternyata masih ada di sana. Tertidur dengan posisi meringkuk diatas sofa. Ku lihat tangannya terbalut kain kasa yang dipenuhi darah. Dan pasti ia melukai dirinya lagi. Setiap melihat keadaannya seperti ini sejak dua bulan terakhir membuatku merasa luar biasa bersalah. Membuatku berulang kali merasa gagal untuk ada disampingnya. Tetapi, ayolah aku juga takut melihat realita kalau faktanya ia sudah berani bermain kasar dengan ku. Aku takut melihat layangan tangannya yang berakhir disalah satu pipi ku. Dan yang terakhir, aku tidak bisa menerima kenyataan saat faktanya pria itu sudah berani bermain dengan gadis-gadis nakal tanpa sepengetahuanku. Padahal kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi bukan? Tapi percayalah berulang kali Cho Kyuhyun meminta ku untuk kembali sedang ia selalu membawa perempuan lain ke dalam apartment yang tadinya kami beli dengan uang bersama.

Aku…

Tubuhku tertarik. Di dekap dengan erat oleh tangannya yang entah kenapa tidak lagi hangat untuk ku rasakan.

Sontak, aku ingin melepaskannya. Tapi ia mengeratkan dekapannya dan membuatku akhirnya diam.

“Maaf Hyo, Maaf”

Maaf kesekian kalinya. Kata maaf yang tidak ada perubahan sama sekali. Kata maaf yang sama terucap lagi. Dan esoknya, kau membanting barang-barang dan membuat keributan akan terjadi lagi. Maaf yang tak ada gunanya. Karena nyatanya besok atau dua hari yang akan datang, kau akan kembali dengan tatapan tajam dan bentakan kasar mu lagi. Kau… akan menyakiti ku lagi, Kyu.

Aku melepaskan pelukannya. Lebih tepatnya memaksa. “Pulanglah, sebelumnya, mampir dulu ke klinik Shin Ae eonni biar ia obati lukamu” Aku tersenyum. Bangkit dan membiarkannya mematung menatapku sendu.

“Hyo..”

“Kyu, ku mohon. Bisakah kau tidak ganggu aku? Lagi?”

“Kau ingin mengakhiri hubungan kita?”

Menarik nafas panjang dan tersenyum. Dengan tegas ku jawab, “Cho Kyuhyun, sadarlah. Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan mu. Jadi tolong hentikan sikap mu yang seperti ini. Aku lelah. Sangat lelah. Tidak bisakah kau mengerti?!”

“Baiklah” hanya kata itu yang terucap. Ia lantas bangkit dan pergi. Sebelumnya menatapku beberapa menit dan berlalu dengan debuman suara pintu.

Rasa sesak itu ada. Tapi entahlah…

Advertisements

12 thoughts on “HyoKyu Fanfiction : Changed!

  1. Hunsoo says:

    Sadis amat Cho, sampe banting2 barang gitu. Jangan kasar dong sama cewe, gimana dia mau kembali sama kamu kalok perlakuan mu bikin takut.
    Izin baca cerita yang lain ya kak, aku pendatang baru.

  2. Jung haerin says:

    Bayangin kyu jd monster itu sesuatu yg sulit, mnding bayangin kyu mnderita 😂😂
    Annyeoooooonnggggg, yg sibuk kuliah jd jarang apdet nih, ehehehehe. Aku tunggu karyamu selalu, FIGHTING 💪💪

  3. chocho says:

    hai aku new reader. aku pikir mereka pasangan suami istri loh hehe
    ah nyebelin deh kalo kyu sifatnya model begitu. tapi seru sih sepertinya. jadi pengen baca yg lain hihi

  4. Rini Febriani says:

    udah lama banget loh ini, tetep aja cerita hyukyu suka nguras air mata, sad bangettt 😥
    ditunggu lanjutannya kak, jangan berhenti buat nulis ff kyu ya, fightingggggg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s