Fanfiction : Kim Eun Hee is Back!

Comeback is one of the most difficult things to do with dignity.

 

Hola, kali ini aku ga bawa cerita hyokyu dulu ya. Kali ini aku cuma mau cerita tentang Kim Eun Hee, sahabat dari Hyo Jin sama Yeong Jin dan kelanjutan kisah mereka semua. Beberapa dulu ada fanfict Eun Hee Sungmin, tapi semenjak hal itu, aku memutuskan untuk gak buat fanfict mereka lagi. Tapi, ya tiba-tiba aku kangen dan cuma mau coba jelasin kisah mereka lagi hehe. Jadi hope u enjoy it guys~~~

———————————————————————————————————————-

“Super Junior Sungmin, memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam kegiatan Super Junior dan menuliskan permintaan maaf untuk penggemar”

Ini sudah keputusan yang tepat. Aku tahu, selain itu ini jugalah suatu keputusan yang berat untuk kau jalani ke depannya.

Kau hebat, Lee Sungmin. Pengorbanan mu sekarang sedang dipertaruhkan. Tapi biar begitu pasti ada sekelebatan pikiran-pikiran jahat yang mengatakan bahwa ini adalah balasan dari sebuah keangkuhan mu di masa lalu. Keputusan mu yang dianggap terlalu egois di masa lalu.

Mungkin orang-orang itu ada benarnya, Lee Sungmin.

Kamu sekarang mungkin kecewa, karena penolakan mu yang di berikan oleh para penggemar.

Tapi kamu juga tak boleh melupakan kekecewaan seperti apa yang mereka rasakan pada saat itu. Saat dimana seolah-olah kau memutuskan satu jalan yang memberikan cinta untuk mu dari penggemar.

Tapi biarlah, apa yang sudah terjadi biarkan menjadi sebuah pelajaran berharga untuk hidupmu, hidupku, dan hidup kita.

Semua akan baik-baik saja dihari yang akan datang kemudian.

Tok… tok…

Suara ketukan pintu membuatnya membuka mata. Bangkit dari baringan sofa di ruang kerjanya dan tersenyum mendapati gadis mungil dengan rambut cepolnya sedang tersenyum manis ke arahnya.

“Ya, Seul Gi-ya?”

“Paman Kim sudah menunggu mu di lobby”

“Ah, begitu kah?”

“Ya Eonni”

“Baiklah, tolong masukan beberapa naskah yang akan ku edit ke dalam mobil ne? aku akan turun ke lobby sepuluh menit lagi”

Gadis mungil itu tersenyum dan mengangguk patuh.

 

***

Di sini ramai sekali. Anak gadis perempuan maupun laki-laki turut hadir membawa lighstick kebanggaan mereka juga dengan peralatan menonton konser lainnya yang kadang dirasa agak berlebihan. Dalam diam aku tertawa, mungkin bukannya berlebihan, tapi umur ku yang semakin menua, melihat hal-hal yang dilakukan mereka terlihat sangat kanak-kanak dan tak lagi cocok untuk ku yang seharusnya menikah dengan seorang Lee Sungmin haha. Astaga kenapa jadi membahas hal itu sih.

Aku sudah mengalungkan name tag yang memberikan ku akses masuk ke dalam ruang official dari Yesung Oppa. Tapi entah kenapa aku merasa sungkan menggunakannya. Malu. Bahkan ini pertama kalinya aku akan melihat Super Junior lagi setelah aksi kabur dan menghilang ku tak lama setelah pernikahan laki-laki itu dilaksanakan. Hmm.. sebenarnya aku sedikit gugup. Bahkan aku kesini pun tidak memberi kabar pada kedua sahabatku –Yeong Jin dan Hyo Jin Eonni- yang notabene sedang bersatu bersama ribuan  penggemar di depan panggung sana atau malah sedang berada di kursi VIP bersama keluarga dari artist SMTown lainnya.  Huft, aku seperti anak anjing yang kehilangan majikannya.

Sebelum memasuki area ticketing aku sedikit menepi untuk merapihkan kunciran rambut ku yang mulai berantakan. Memastikan kembali tali sepatuku dan terakhir memastikan masker yang ku kenakan agar tidak ada satupun orang yang dapat mengenali ku. Astaga, aku mau menonton konser atau menguntit sih.

Sebenarnya para fans sudah memasuki dan memenuhi venue, aku sengaja masuk sedikit telat untuk meminimalisir intesitas pertemuan atau interaksi ku dengan orang-orang. Entahlah, berada di antara mereka membuatku sedikit….. takut? Haha… entahlah.

“Eun Hee”

Aku terdiam sesaat. Astaga, siapa yang memanggil ku? Perlahan aku membalikkan badan, dan detik itu pula lah aku merutuk mendapati seorang Cho Kyuhyun sedang berlari kecil menghampiri ku. Ya Tuhan.

Aku berusaha berniat lari setelahnya tapi, kata-kata selanjutnya bershasil membuatku mengurungkan niat dan berakhir dengan senyuman kaku ke arahnya. “Baguslah kau memilih untuk tetap diam, daripada aku harus berteriak kalau ada teroris di sini”

Bodoh kan?

“Hai, sudah lama tidak bertemu denganmu” Sapa ku kikuk. Ia tertawa dan mengacak rambut ku pelan. “Astaga, mimpi apa aku bertemu dengan seorang gadis yang menghilang sejak tiga tahun lalu”

“Yak!”

“Ayo, kita masuk bersama”

“Anniya, aku akan masuk sendiri. Tidak akan bersamamu. Tidak”

“wae?”

“Tidak kenapa-napa”

“yak Kim Eun Hee. Percayalah tidak ada Yeong Jin atau Hyo Jin di kursi VIP. Percayalah mereka sedang menggila dengan penggemar lainnya tepat di depan panggung sana”

Aku menatapnya tidak yakin. Dan setelahnya, ia malah mengadukan dahinya dengan dahiku dan berlari setelahnya.

“Cepatlah, setelah ini aku berjanji akan mentraktir mu”

Ya Tuhan, dengan setengah hati aku menggeret kaki ku mengikuti langkah kakinya.

 

***

“Terasa sangat sepi bukan?”

Ah, sialan. Aku lupa saat ini aku sedang duduk di samping seorang Cho Kyuhyun. Sedari tadi aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mataku melihat penampilan grup lelaki kebanggaan ku yang terasa hampa di depan sana. Tapi karena kalimat sederhananya, aku malah meloloskan air mataku beriringan dengan senyuman bodoh yang aku punya.

“Biarpun begitu kalian tetap keren. Seperti biasanya” Aku tak bisa mengalihkan pandanganku selain menatap keempat member dengan muka sendunya. Melihatnya sebenarnya benar-benar membuatku merasa seperti seorang penggemar yang gagal karena tak bisa menjadi terbaik dan meyakinkan mereka bahwa Sungmin dan Kangin sangat dibutuhkan. Bukan hanya untuk memenuhi formasi, tapi untuk kepuasan ELF.

Tapi….

Jika kilas balik mengingat rasa kecewa yang ELF rasakan. Aku mengerti kenapa mereka pada akhirnya meminta Kangin dan Sungmin tidak ikut berpartisipasi. Aku tahu, rasanya……

“Kalian sudah melakukan yang terbaik. Terimakasih”

Aku tahu, Cho Kyuhyun sedang menatapku. Mungkin mengkasihaniku mengingat perasaan yang aku tujukan untuk kakak kesayangannya di masa lalu. Atau menatapku sedih merasakan apa yang dirasakan seorang penggemar, entahlah. Aku tidak ingin membalas tatapannya.

Tidak.

Keempat superman ku berusaha menahan tangisnya dan berusaha merasa bahagia di depan sana. Dan akupun ingin begitu.

Aku tidak ingin menangis dihari yang seharusnya bahagia. Setidaknya, tidak sekarang.

***

“Jadi selama ini kau kemana? Hyo Jin dan Yeong Jin khawatir, mencarimu”

Ah, akhirnya Cho Kyuhyun menyinggung perihal ini. Aku diam sesaat, merasakan cokelat hangat melewati tenggorokan ku barang sejenak dan tersenyum pada akhirnya. Baik, keaadannya menjadi lebih baik. Cho Kyuhyun setidak nya membuat ku nyaman berbicara dengannya.

Ya, karena semenjak kejadian itu aku memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan member Super Junior. Yak, kecuali Yesung oppa, karena ia hanya satu-satunya harapan dan kakak laki-laki yang selalu melindungiku. Jadi, hanya ia yang dapat ku percaya untuk mengetahui selalu keadaan ku. Hanya ia, tidak termasuk Choi Siwon, atau Lee Sungmin yang ratusan kali menghubungiku dan mengirimiku pesan menanyakan keberadaanku.

“Aku baru kembali satu bulan yang lalu, itu juga karena pekerjaanku yang mengharuskan ku kembali ke sini”

“Jadi, kalau tidak ada pekerjaan itu kau tidak akan kembali?” tanyanya sarkatis. Aku hanya tersenyum.

“Bukan seperti itu”

“Lalu?”

“Aku akan kembali. Pasti. Tapi entah kapan, Lalu akhirnya, Tuhan memberikan ku kesempatan kali ini. Jadi, ya aku kembali hehe”

“Aku tidak masalah perihal kau melarikan diri dari perasaan mu dengan Sungmin Hyung. Tapi tidak kah kau berpikir bagaimana takut dan khawatirnya Hyo Jin dan Yeong Jin padamu? Bukan hanya mereka berdua. Aku, Donghae Hyung, Siwon Hyung, Teuki Hyung, member yang lainnya juga khawatir. Tidak kah kau…..”

“Mungkin bagimu keputusan ku di masa lalu untuk pergi menjauh adalah sebuah keputusan yang kurang tepat. Tapi bagi ku itu adalah keputusan yang paling tepat”

“Kau hanya ada masalah dengan Sungmin Hyung, kenapa kau menjauhi kami semua?”

Tsk. Aku yang sekarang tertawa sarkatis. Hanya masalah dengan seorang Lee Sungmin? Tidak kah ia berpikir setiap kali melihat member bahkan dirinya mampu mengingatkan ku kembali pada lelaki yang mencampak kan ku? Tidak. Ia tidak pernah berpikir kesana. Ia bahkan yang lain hanya berpikiran aku memikirkan diriku sendiri bukan?

Astaga, hal ini kenapa membuat ku merasa panas dan sesak sih?

“Baiklah, hanya aku yang egois di sini”

“Bukan seperti itu maksud ku, Eun Hee-ya. Ayolah aku hanya butuh penjelasan mu. Kau bahkan tidak tahu kan kalau Siwon Hyung sampai…. Ah sudahlah”

Aku menatapnya, menuntutnya untuk segera melanjutkan ucapannya. Tapi, pada akhirnya ia merasa bersalah dan seperti orang bodoh karena sepertinya ia sudah membuka hal yang tidak seharusnya aku ketahui. Dan lagi, Choi Siwon. Ada apa dengan pria itu?

“Ada apa dengan Siwon Oppa?”

“Jangan paksa aku  untuk menceritakan hal ini padamu ok?”

“Yak, ada apa dengannya?” tanyaku tak sabar.

Cho Kyuhyun menggeleng kepalanya pelan. Ia berlagak melihat jam tangannya dan menghela nafas setelahnya. “Jam malam ku akan segera habis. Aku harus kembali ke barak, jadi ayo aku antar pulang”

“Jelaskan dengan singkat apa yang terjadi dengan Siwon Oppa?!”

“Lainkali akan ku ceritakan”

“Aku mau sekarang. Katakan semuanya padaku! Sekarang juga”

“Eun”

“Cho Kyuhyun! Aku mohon”

“Tidak. Aku tidak akan menceritakannya kalau kau tidak segera bangkit, dan kita pulang sekarang.” Perintahnya tegas. Mendelik, aku menatapnya malas dan segera bangkit dari kursi.

Pikiran ku terganggu, yang pasti sekarang adalah, ada sesuatu yang terjadi pada Choi Siwon.

Dan itu berkaitan atau karena aku bukan?

***

Pukul delapan pagi, seharusnya aku sudah ada di ruang rapat bersama rekan-rekan kerja lainnya. Tapi entah karena apa rapat dibatalkan dan akhirnya sedari tadi aku hanya berdiri di depan pintu ini dan terus meragu setiap kali ingin memencet bel nya. Kalau dipikir-pikir sudah hampir setengah jam aku berdiri di sini, menghentak-hentakan kaki merasa bosan. Tapi terlalu malu dan takut tatkala membayangkan sosok siapa yang berada di balik pintu.

“Eun Hee? Kim Eun Hee?”

Aku terlonjak kaget, bahkan hampir terjatuh. Dengan senyum kikuknya aku menatap Shindong Oppa dengan tak yakin. “Halo, bagaimana kabar mu oppa?”

Shindong Oppa tersenyum hangat, ia memberikan ku pelukan selamat datang dan segera menarik ku untuk masuk ke dalam dorm. Aku sempat menolak, tapi senyumannya membuatku mau tak mau masuk dan merasa asing melihat dorm lantai 11 yang, terasa sekali begitu sepi.

“Duduklah, kau ingin minum apa Eun Hee-ya?”

“Anniya Oppa, aku tidak akan lama di sini” Tolak ku. Ia kembali tersenyum. “Aku hanya ingin bertemu dengan Yesung Oppa. Aku sempat mendatangi rumah bibi, tapi Yesung oppa tidak ada di sana, jadi aku berpikir kalau…”

“Ah, ya, Yesung Hyung ada di kamar. Kau ingin ke kamarnya atau ingin ku panggilkan saja?”

“hmm…. Bisa tolong kau panggilkan saja oppa?”

Shindong Oppa tersenyum, ia mengangguk dan hilang dibalik dinding. Aku kenapa menjadi gugup sekali sih? Ya Tuhan….

“Jadi kapan kau kembali?”

Eh? Aku mendongak, mendapati seorang Kim Heechul dengan kucing kesayangannya sedang berdiri dan bersandar pada buffet hitam tak jauh dari hadapan ku. Aku menginggit bibir bawahku, tak tahu kenapa, aku merasa takut sekali dengannya. Heechul Oppa, sempat menjadi seseorang yang……

“Tak perlu takut seperti itu, Eun”

Aku hanya terkekeh pelan. “Bagaimana kabarmu oppa?”  Tanyaku akhirnya.

“Selalu baik”

“Syukurlah”

Aku hanya memberikan cengiran canggung ku ke arahnya.

“Jadi, kapan kau kembali?”

“Belum lama ini hehe”

“Sudah merasa lebih baik bukan?”

“Ah, ne oppa”

Heechul oppa mengangguk. Ia melepaskan kucing tanpa bulu yang ah siapa namanya, aku melupakannya astaga, dan berakhir dengan dirinya yang duduk di samping ku. Memeluk ku tiba-tiba.

“Op..oppa”

“Kau sudah melakukan yang terbaik. Jangan pergi tanpa kabar lagi ya? Kami khawatir, bodoh” Diam-diam hatiku merasa hangat, padahal, ia menoyor kepalaku dengan pelan pada akhirnya.

Ah, aku ternyata rindu pada keluarga ini…

Bisakah aku masuk dan kembali merasakan kehangatannya?

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s