HaeJin Story Line : The Blind Love.

large (30)

-Kim Yeong Jin–Lee Donghae–

“Aku harus menghadiri latihan untuk hari ini dan besok hari, liburan kita bisa ditunda kan?”

Menghela nafas saja rasanya berat. Dengan malas, aku membiarkan ponsel ku tergeletak di atas kasur, sedang layarnya terus saja menyala dan bergetar menampilkan salah satu nama kontak ku sedang melakukan panggilan. Liburan ku akan berakhir. Ya walaupun masih bisa dikatakan akan berakhir dua minggu lagi, hal-hal seperti ini hanya akan membuang waktu ku.

Maksud ku, janji-janjinya. Aku juga ingin berlibur dengannya. Tapi jika setiap tanggal yang sudah ditentukan terus dibatalkan dan dirubah entah kapan, ya buat apa merencanakan itu semua?

Tidak berguna bukan?

Aku kesal, hingga tanpa sadar aku hampir menitihkan air mata karena tidak berhasil mengontrol emosi yang kini benar-benar mendera ku. Astaga, ayolah Kim Yeong Jin, pertahankan sifat pengertian mu itu padanya.

Pertahankan. Pertahankan. Jangan egois.

Ayolah, mengertilah Yeong. Jangan cengeng. Jangan seperti anak remaja.

Merasa tak tahan dengan ponsel ku yang terus bergetar, aku mengambilnya. Menerima panggilannya, dan akhirnya aku berkata,

“Ya, aku mengerti Donghae. Lakukan yang terbaik. Aku dan semuanya akan baik-baik saja. Jangan forsir dirimu terlalu lelah. Jadi, stop mengubungiku hanya untuk menanyakan bagaimana tanggapan ku mengenai hal ini oke? Aku lelah dan ingin istirahat”

“Yeong, ini aku Leeteuk. Kau tidak sedang kenapa-napa kan?”

Dan argh! Aku langsung mematikan sambungan dan merasa kesal pada diriku sendiri.

Bodoh. Ini semua karena Lee Donghae!

****

Kalau bukan karena ajakan dari seorang Kim Hyo Jin  yang terus merengek minta diantarkan ke apartment member Super Junior ini, aku sangat malas sekali datang. Selain karena akan bertemu dengan dirinya, aku juga masih merasa malu karena insiden panggilan dari Leeteuk Oppa tadi malam. Rasanya aku tak sanggup untuk bertemu dengannya, apalagi pasti ia sudah menyiapkan rentetan pertanyaan untuk ku karena hal itu. Aku malas sekali walau hanya membayangkannya.

Aku duduk di atas sofa, sembari menyelesaikan desain ku diatas sketchpad dan beberapa kali mencuri-curi pandang mengamati sekitar kalau-kalau akan ada member lain yang akan masuk ke dalam apartment ini. Pasalnya, aku merasa lega karena di dalam sini hanya terdapat Heechul Oppa juga Yesung Oppa yang entah sedang membicarakan apa dengan Kim Hyo Jin di sudut ruang. Pembicaraan mereka terlihat serius sekali, dan sepertinya menarik. Tapi entahlah aku malas untuk menimbrung dengan mereka.

“Hey kau kenapa dengan Lee Donghae?”

Aku mendongak dan mendapati Heechul Oppa dengan snack di kedua tangannya. Aku menghela nafas, sedikit merasa kesal karena kenyataannya Heechul dan Leeteuk adalah dua orang pria yang senang sekali menggosipkan orang lain.

Aku tertawa aneh, menutup sketchpad ku dan mulai mengikuti aktifitasnya memakani snack yang ia bawa. “Tidak apa-apa kok”

Kali ini Heechul yang tertawa pelan. “Sabar. Lee Donghae baru kembali. Dan rentetan jadwal yang sebelumnya sudah disetujuinya juga menanti. Aku tahu kau bisa melewati hal ini, Yeong. Ini bukan yang pertama kalinya untuk mu kan? Kau pasti bisa melewatinya”

Aku terdiam,

“Aku tahu kau merindukannya, kau ingin mempunyai waktu bersamanya sebelum liburan mu berakhir dan kau harus pergi lagi demi melanjutkan karier mu, tapi kau juga harus memahaminya, bukan hanya kau yang merindukannya, penggemar juga merindukannya”

Ya, penggemar juga merindukannya. Aku tahu. Sangat tahu.

Tapi tidak bisakah meluangkan waktunya bersama ku walau satu hari? Tidak,tidak perlu satu hari, satu jam saja cukup untuk ku.

Penggemar telah melihatnya secara langsung, saat dirinya menyelesaikan tugas kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Sedang aku saat itu, aku diancam mati-matian agar aku tidak ikut hadir dan merasakan kebahagiaannya bersama penggemar yang lain.

Hari berikutnya aku memintanya untuk bertemu, tapi ia mengatakan kalau ia tidak bisa karena harus mengunjungi ibu dan kakak nya, aku mengatakan aku akan ikut bersamanya, tapi ia juga mati-matian melarang ku untuk ikut bersamanya.

Kemarin malam, ia sempat datang. Pukul sebelas malam, dan kembali pergi pada pukul sebelas lewat dua menit.

Ia hanya berjanji kalau ia akan pergi berlibur bersama ku ke kebun binatang pada hari ini, tapi ya, semuanya dibatalkan demi pekerjaan.

Aku tahu aku terlalu egois.

Tapi apa aku juga salah hanya ingin memiliki waktu bersamanya? Disaat aku diharuskan berburu waktu dengan kegiatan yang lainnya juga.

Aku salah ya?

Ah kenapa jadi melankolis sekali sih. Dengan cepat aku membereskan sketchpad ku dan memasukannya ke dalam tas. Mengusap wajahku yang pasti tadi sangat terlihat jelek karena genangan air mata yang siap meluncur dari kedua pelupuk mata. Aku ingin segera pergi dari sini.

Aku butuh udara.

“Percayalah, Donghae juga tidak mau membuat mu kecewa apalagi sedih seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ini sudah menjadi resikonya sebagai seorang idol bukan? Ia juga pasti ingin meluangkan waktunya dengan mu. Hanya saja, ya, saat ini kau harus di korban kan dan dituntut untuk lebih mengerti”

Ya, semuanya hanya aku yang harus mengerti. Mengerti keadaannya, mengerti pekerjaannya, semuanya harus aku.

Aku hanya tersenyum kikuk menanggapinya. Aku sudah tidak bisa lebih lama lagi untuk tinggal di apartment ini. “Aku permisi ne?”

Tak menghiraukan panggilan Heechul dan Hyo Jin, aku terus saja berlalu. Membuka pintu dan ah sial, dia berdiri di depan sana. “Yeong..”

Ia menahan lengan ku, sedang aku hanya tersenyum dan menghentakan tangannya dengan pelan. “Aku haru pergi, maaf”  Aku tahu ia sudah bersiap untuk menarik lengan ku dan membawa ku kedalam dekapan hangatnya. Tapi ah, maaf aku sedang tidak bersedia untuk menangis dan terlihat lemah di dalam pelukan mu, Donghae.

 

***

“Ku dengar manager hyung memberikan mu dua hari untuk berlibur, kenapa kau malah menolaknya?”

Ah aku tersentak. Aku lantas bangun dan hanya terkekeh mendapati Leeteuk Hyung yang kini duduk bersandar pada dinding kaca ruangan latihan. Ia tersenyum, sembari melemparkan sebotol air mineral yang lantas ku tangkap dengan sigap.

“Aku hanya ingin mengejar koreografi untuk penampilan fanmeeting ku bersama dengan Eunhyuk nanti Hyung. Juga persiapan untuk penampilan dijadwal selanjutnya”

Ku lihat ia mengangguk paham, “Tapi kau tahu kalau itu bukanlah suatu hal yang benar bukan?”

Aku sempat menyerengit bingung. Dan satu detik kemudian, aku memahami apa yang akan Leeteuk Hyung bicarakan. Ya, Kim Yeong Jin. Gadis yang tadi menolak dengan tegas kalau ia tak mau lagi untuk ku peluk. Aku tersenyum,

“Ya, Hyung aku tahu”

“Lantas kenapa kau malah tak mengambil hari libur mu itu eoh? Kau tak lupa bahwa liburannnya juga akan segera berakhir bukan? Kenapa tidak memanfaatkan waktunya dengan baik?”

Aku tahu betul Hyung, bahkan tidak sampai 30 hari lagi, ia harus pergi meninggalkan aku yang sudah kembali. Tapi, ia juga pasti akan mengerti kan? Aku seperti ini juga agar mendekati kepergiannya aku bisa menemani harinya, setidaknya dua hari terakhirnya. Jadi lebih baik menukarnya dari pada aku tidak bisa memberikan pelukan perpisahan di hari saat ia kembali pergi bukan?

“Aku hanya akan mengambil dua hari libur ku saat akan mendekati hari kepergiaanya, Hyung. Aku pasti memenuhi janjiku untuk pergi liburan dengannya”

Leeteuk Hyung tersenyum. “Tidak Hae-ya. Tidak. Yeong Jin tidak mengerti. Kali ini ia tidak mengerti”

“Yeong Jin hanya ingin meluangkan waktunya di saat ada kesempatan Hae-ya, kau jangan mengira ia akan mengerti sedang kau tidak mengerti keadaannya. Ia berlibur, tetapi tidak sepenuhnya berlibur, ia juga harus menyelesaikan kewajibannya di perusahaan fashion yang dirintisnya dengan Hyo Jin. Ia sudah menyiapkan untuk meluangkan waktunya disaat tahu kau menjanjikan untuk pergi berlibur dengannya. Bahkan aku bertaruh kalau kau tidak tahu kalau Yeong Jin membatalkan kontrak kerja samanya dengan beberapa agensi model karena harinya bersamaan dengan hari yang kau janjikan untuk pergi berlibur dengannya bukan?”

Aku menghela nafas, dan ya Leeteuk Hyung benar, aku tidak tahu hal itu.

Aku tidak mengerti keadaannya.

Tapi,

Aku juga ada hal lain yang harus kurahasiakan dari siapapun.

Ya,

Untuk menjaganya. Menjaga Kim Yeong Jin.

“Pergilah temui ia”

“Eoh?”

“Kau akan menyesal jika tidak menemuinya”

“Maksud Hyung?”

“Hyo Jin baru saja memberiku kabar kalau Yeong Jin sudah menghabiskan tiga botol soju di kedai paman Han”

Saat itu juga aku bangkit dan meninggalkan Leeteuk Hyung.

Astaga! Gadis itu kenapa menjadi bodoh sekali sih?

***

Aku panik, Yeong Jin menghilang. Saat ku tanyakan kemana perginya pada Hyo Jin, dengan takut Hyo Jin mengatakan kalau gadis ku sudah masuk ke dalam taksi yang siap mengantarnya ke apartment. Tanpa sadar aku hampir membentak Hyo Jin kenapa ia dibiarkan pergi sendiri, tapi aku tersadar kalau Hyo Jin juga masih harus menyelesaikan pekerjaannya dijam sepuluh malam.

Hyo Jin sudah ku antarkan kembali pada kantornya, ia dengan raut wajah bersalah meminta maaf berulang-ulang kali karena kesalahannya. Aku hanya diam, tersenyum dan mengtakan kalau semua akan baik-baik saja dan aku pasti akan menemukan Yeong Jin.

Tapi,

Dua jam aku mencari gadis itu belum juga ditemukan. Telfon ku sama sekali tidak diangkat. Membuat jantung ku terus berdegup kencang tidak karuan. Ya Tuhan, kalau ada yang menculiknya dan melakukan hal-hal aneh pada dirinya bagaimana? Lagi mabuk pula,

Aku hampir saja mendial nomor telpon Leeteuk Hyung,

Tapi ada sebuah pesan yang lebih dulu masuk ke dalam pesan ku dan,

Ya kepala ku berdenyut sakit melihatnya,

Sasaeng itu berulah,

Berulah di saat mati-matian aku menjaganya.

Ya Tuhan aku kalah sigap,

 

Advertisements

3 thoughts on “HaeJin Story Line : The Blind Love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s