HaeJin Story Line : The Blind Love 2

12802748_1126100300767926_7410659459100364621_n

-Finally Found You-

Aku harus mengakuinya, perempuan itu gila. Benar-benar gila. Aku bahkan tidak tahu siapa ia, tapi ia berani melakukan hal mengerikan padaku. Saat itu aku memang harus mengakui bahwa aku tidak sepenuhnya sadar karena habis meneguk minuman sialan itu. Kepalaku berat, pusing sekali, bahkan perut ku mual dan sudah bersiap untuk memuntahkan isinya. Dan, saat itulah ia beraksi.

Aku masih ingat dengan jelas aku meminta supir itu untuk menepi di pinggir jalan. Entah di jalan apa. Aku tak tahan lagi, aku memuntahkan isi perutku disana, dan tiba-tiba ia datang. Perempuan dengan rambut panjangnya yang terikat. Juga masker hitam yang ia kenakan. Matanya sipit, tapi terlihat sangat sinis menatapku. Ku kira ia ingin menolongku, tapi ya Tuhan. Ia malah menarik ku untuk segera ikut bersamanya.

Paman supir taksi sempat berteriak meminta uang layanan jasanya, dan dengan angkuhnya gadis itu melemparkan uang ke kursi penumpang dan menutup pintu taksi itu dengan kencang.

Aku sempat bertanya ia siapa, apa aku mengenalnya, dan yang selanjutnya ia lakukan adalah malah terus menarik tubuh lemas ku hingga akhirnya memasuki sebuah gedung tua menyeramkan dan gelap. Aku sempat meminta tolong, tapi tak ada yang mendengar dan ia membekap mulutku dengan sebuah sapu tangan hitam. Terus menarik tubuhku, dan beberapa detik kemudia aku tidak tahu apa yang terjadi dan pandangan ku menjadi gelap.

***

Saat membuka mata, semua pandangan ku tak jelas untuk beberapa saat. Aku memaksakan diri untuk memfokuskan pandangan ku dan akhirnya berhasil. Aku berada di ruang berlorong yang sangat gelap. Terdengar suara dentingan air yang menggema setiap detiknya. Tidak ada penerangan sama sekali, dan akhirnya suara langkah seseorang terdengar mendekat membuat bulu kuduk ku merinding ketakutan. Ya Tuhan aku sedang diculik?

Benar, seseorang mendekat. Dan itu adalah gadis tadi yang menyeretku. Ia membawa sebuah lampu lentera kecil yang temaram. Masih mengenakan masker hitam dan juga tatapan sinisnya yang membuatku benar-benar tak nyaman.

“Sudah lama sekali aku ingin bertemu dengamu” Suaranya pelan, layaknya seperti perempuan anggun diluaran sana. Aku sempat mengerutkan dahiku bingung, dan hanya menatapnya tanpa merespon apapun perkataannya barusan.

“Kau cantik. Tapi kurasa tidak cukup cantik untuk bersanding dengannya”

Dengannya? Lee Donghae maksudnya? Kekasihku sekarang Lee Donghae kan?

“Dan kurasa…… Ia salah telah memilihmu”

Plakk…

Suara anggunnya jauh sekali dengan sikapnya. Setelah mengatakan hal itu, ia berhasil menyetakan bekas jari tangannya di pipi kiriku. Dan bodohnya aku tak bisa melawan, hanya meringis dan menatapnya lagi.

Ia, sasaeng Lee Donghae ya?

“Aku senang karena akhirnya aku berkesempatan untuk menemui mu. Aku benar-benar senang sekali”

“Akhirnya, aku bisa menghabiskan mu dengan tangan ku sendiri”

Aku bergidik, Aku ingin melawan tapi bisa apa? Tubuhku benar-benar lemas sekali. Tak ada yang bisa aku lakukan selain berharap kalau Donghae akan datang. Segera datang untuk menyelamatkannya. Tapi apakah mungkin? Pria itu kan sudah tidak perduli lagi dengannya.

“Siapa namamu?” Tanyaku pada akhirnya. Ia langsung melirik tak suka padaku. Dan aku hanya tersenyum padanya. Baiklah semakin berontak, akan semakin pula ia menyakitiku. Begitu kan?

“Untuk apa kau tahu nama  ku huh?”

“Kenapa? Bukan kah kita bisa duduk, berbicara seperti layaknya seorang teman?”

“Hahaha, teman? Kalau kau pikir aku menyetujui hubungan mu dengannya seperti penggemar yang lain kau salah Yeong Jin-ssi. Aku tidak pernah menyetujuimu. Tidak akan pernah”

Tubuhku sedikit terpelanting saat ia berhasil mengungkapkan kata-kata tak sukanya. Ia langsung menarik rambutku dan menghempaskan tubuhku begitu saja menghantam dinding di belakang ku. Ya Tuhan, punggung ku sakit sekali.

Fans Lee Donghae kali ini benar-benar gila.

Dan aku benar-benar baru pertama kalinya berhadapan dengan penggemar seperti ini.

Ku kira, percobaan membunuh ku dengan sebuah minuman adalah hal yang paling mengerikan.

Ternyata, ini yang benar-benar mengerikan.

Dan aku benar-benar tak berdaya dihadapannya.

“Kau merebut semua cinta yang Donghae berikan untuk penggemar. Kau merebut perhatiannya dari penggemar, termasuk aku. Ku kira, rengekan-rengekan mu pada Donghae untuk memintanya bertemu diwaktu sibuk aku tidak tahu? Aku tahu semuanya. Aku tahu apa yang kau bicarakan dengan Donghae. Aku tahu semuanya. Kau kekanak-kanakan. Kau egois. Dan kau bodoh”

Entah kenapa hatiku mencelos sekali mendengarnya. Ada yang salah ya dari  seorang kekasih meminta untuk bertemu dengan kekasihnya? Aku juga tidak meminta Donghae untuk terus menemuiku kan? Aku juga mengerti saat ia sibuk. Aku bahkan sangat mengerti saat ia harus bekerja dan memberikan cinta pada penggemar sebagai rasa terimakasihnya. Aku,mengerti semuanya, aku…….

“Aku tidak tahu kau siapa, tapi sebelumnya aku sangat terimakasih karena kau sangat memperhatikan Donghae. Aku benar-benar terimakasih, tapi percayalah Donghae memiliki ruang khusus di hatinya untuk membalas cinta kalian. Kau tak seharusnya——“

“Cinta Lee Donghae hanya boleh untuk ku, tidak boleh untuk yang lain”

“Ayolah, aku dan dirimu sama-sama penggemar. Aku tahu bagaimana—-“

“Aku bukan penggemar, bodoh! Aku wanita biasa yang mencintai seorang Lee Doghae! Kau telah merebutnya dari ku, oleh karena itu aku membencimu”

Lima detik aku tidak bisa berbicara. Lidah ku kelu secara tiba-tiba. Ia mulai mendekat padaku. Memegang kembali rambut panjang ku yang pasti sudah seperti rambut nenek sihir.

“Kau tahu fakta apa yang lebih membuatku membencimu?”

Aku diam, hanya memperhatikannya.

“Karena Lee Donghae juga mencintaimu. Jadi aku harus membunuhmu agar Donghae melupakan mu dan mulai mencintaiku”

Bughh…

Rambutku di tarik dan dihempaskan begitu saja. Punggung ku kembali membentur dinding dengan keras. Membuatku mau tak mau meringis dan mulai memberikan tatapan memohon ku padanya.

Baiklah, tenaga ku habis. Aku benar-benar lemas sekali hingga bernafas saja membuatku sedikit sesak.

Tapi, aku harus melawannya. Aku harus lari darinya. Aku tak bisa diam saja dan pasrah seperti seonggok daging segar yang siap dimangsa seekor singa. Aku harus bisa kabur darinya.

Aku memaksakan diri untuk bangkit, dan ia hanya tersenyum remeh ke arahku. “Kau bersiap untuk kabur? Jangan harap Kim Yeong Jin-ssi”

Aku tidak perduli, mengumpulkan tenaga semampuku, dan aku berhasil memukul wajahnya. Berlari dan sialnya kaki ku tertahan oleh tangannya.

Aku kembali terjatuh.

Aku sempat menendang kembali tangannya.

Tapi sialnya, ia malah menusuk kakiku dengan sesuatu dan setelahnya aku merasa makin melemah.

Pandangan ku berbayang,

Aku masih mampu mendengar tawa senangnya,

Dan akhirnya, semua hitam.

Gelap.

Dan aku tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku.

 

***

“Kau membawanya tepat waktu, Donghae-ya. Kalau tidak, aku tak tahu apa yang akan terjadi pada Yeong Jin”

“Untuk pengangan lebih lanjut, selama 24 jam Yeong Jin ada dalam pengawasan ku. Sebaiknya kau pulang beristirahat”

Perempuan itu kekasih Leeteuk Hyung. Seorang tenaga medis;-dokter- yang beruntungnya sedang berjaga dan sudah menangani Yeong Jin selama satu jam ini. Aku bersyukur dan sangat berterimakasih karena ia sudah menangani dengan baik, dan pasti kekasihku itu akan baik-baik saja bukan? Ya , harus baik-baik saja. Karena mengingat kilas balik saat aku menemukannya adalah waktu terburuk dalam hidupku dan mampu membuatku menahan nafas selama beberapa detik karena aku tak sanggup untuk sekedar membayangkan kehilangannya.

“Terimakasih, aku sangat berterimakasih pada mu Shin Ae Nuna”

Perempuan itu tersenyum, ia menepuk-nepuk pundak ku dengan pelan sebelum akhirnya berbicara kembali, “Aku rasa aku harus tetap memberi tahu apa yang terjadi pada Yeong Jin”

Aku hanya mengangguk,

“Aku menemukan bekas luka suntikan di pergelangan kaki kanannya, dan aku masih menunggu hasil lab untuk memastikan cairan apa yang masuk ke dalam tubuh Yeong Jin. Dugaan ku itu adalah cairan Phenacetin, dan kalau dugaan ku benar, cairan itulah yang membuat Yeong Jin keracunan hingga ia kehilangan sadar”

Suntikan, Cairan, Phenacetin. Baik, mendengar ketiga hal tersebut membuat kepalaku sedikut berdenyut. Siapa sih yang beraninya melakukan itu pada gadis kesayangan ku? Ya Tuhan.

“Hal itu membuatnya kehilangan kesadaran, juga gangguan pada pernafasannya. Tubuhnya berkeringat, dan dingin, hal itu tanda-tanda seseorang terpapar cairan itu”

“Tapi kau tenang saja, aku sudah mengeluarkan cairan tersebut dari tubuhnya dan tinggal menunggu hasil lab untuk penanganan selanjutnya. Hanya saja untuk mengembalikan sistem pernafasannya, ia harus tetap memakai masker oksigen sampai keadaanya benar-benar membaik. Tenang saja, ia pasti akan sembuh, Donghae-ya”

Aku mencoba tersenyum, “Ya, ia harus sembuh Nuna”

“Kalau begitu aku pamit dulu ne?”

Aku mengangguk.

Aku bodoh sekali, benar-benar bodoh sekali karena tak mampu melindunginya. Tak mampu menjaganya. Aku rasanya ingin marah sekali pada perempuan itu, tapi bagaimana cara menemukannya?

Siapa sasaeng itu? Ia terus mengganggu kehidupan ku sedang aku tak bisa menemukan sosoknya yang seperti hantu.

Sekarang aku harus bagaimana?

“Donghae-ya”

Aku menoleh, mendapati Leeteuk Hyung dan Heechul Hyung yang segera menghampiriku dengan muka cemasnya.
“Bagaimana keadaannya?”

“Beruntungnya ia selamat Hyung, beruntungnya” Aih, mengatakan itu entah kenapa membuat dadaku terasa sesak. Aku merasa bersalah sekali, andai aku menurutinya dan menemuinya pasti semuanya tidak akan seperti ini.

Ia tidak akan apa-apa.

Aku akan melihat senyum dan tawanya.

Bukan malah menemukan dirinya tergolek lemah dengan muka pucat pasinya dan denyut nadinya yang melemah.

Aku….

“Yeong Jin akan baik-baik saja. Ia gadis yang kuat”

 

***

Keadaan Yeong Jin sore ini semakin membaik, Shin Ae Nuna sudah membiarkannya pada ruang inap walaupun masih menggunakan tabung oksigen juga selang infusan pada tangan kanannya. Melihatnya membuat hatiku mencelos kembali, rasa bersalahku tak pernah menguap begitu saja hingga rasanya meninggalkannya untuk sekedar latihanku saja berat sekali.

Ibu Yeong Jin ingin segera bertolak pulang ke Seoul, karena keberadaannya kini ada di Milan. Tapi aku mengatakan kalau Yeong Jin akan segera membaik dan beliau tidak harus segera pulang untuk merawatnya.

“Bagaimana keadaannya?”

Hyo Jin masuk ke dalam ruangan. Meletakan aroma terapi di nakas samping ranjang tempat tidur Yeong Jin. “Seperti yang kau lihat, ia belum mau membuka matanya Hyo”

Hyo Jin mengangguk. “Oppa”

“Ya”

Ia tampak menimbang-nimbang perkataannya. Gugup. Terlihat jelas sekali karena ia memainkan jari-jemarinya di hadapanku. “Ada apa Hyo”

“hmm. Igo. Ponsel Yeong Jin” Aku mengerutkan dahiku bingung, ada apa dengan ponselnya?

“Paman supir taksi yang mengantar Yeong Jin mengatakan seorang perempuan bermasker dan berambut panjang yang membayar taksinya semalam. Dan ia memberikan ini padaku. Katanya tertinggal di kursi penumpang”

Aku mengambilnya dari Hyo Jin. Tapi gadis itu masih tampak kebingungan dengan apa yang sepertinya akan dikatakan padaku.

“Ada apa Hyo Jin-ah?”

“hmm”

“ya?”

“Apa kau tidak merasa ada yang aneh pada ponsel Yeong Jin?”

Kata-katanya membuatku memperhatikan ponsel Yeong Jin dengan sesama. Mencari letak kesalahannya, dan aku tidak menemukan apapun, jadi apa yang salah dengan ponselnya?

“Coba kau buka case belakang”

Aku menurutinya,

Memperhatikannya dengan seksama.

Dan…

Ya aku menemukan sesuatu disana.

“Maaf aku lancang membuka ponsel itu, Tapi paman supir taksi itu mengatakan kalau ia tidak sengaja menjatuhkan dan tak bisa memasangkannya kembali saat case belakang ponsel Yeong Jin terlepas”

“Tadinya aku tidak menyadarinya, tetapi sesaat aku ingin memasangkannya pada ponsel Yeong Jin, aku menyadari bahwa benda itu berkedip-kedip nyala”

“Aku sempat memfoto bagian itu dan menanyakannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengatakan bisa saja itu sebuah cheap. Aku tidak tahu ini berkaitan atau tidak dengan kejadian pada Yeong Jin, tapi aku rasa seseorang memasang penyadap pada ponselnya”

Aku rasa Kim Hyo Jin benar. Kekasih Cho Kyuhyun itu benar-benar pintar sekali.

Tapi, yang menjadi pertanyaan ku adalah siapa yang memasang cheap ini?

Apa benar sasaeng itu yang berulah,

Atau……

Kim Yeong Jin sedang menjalani sebuah design fashion cukup penting dengan relasi bisnisnya.

Tapi apa mungkin relasi bisnisnya mampu berbuat sampai sejauh itu?

Jadi, kemungkinan terbesarnya adalah… sasaeng itu bukan?

“Dong..Hae”

Suara Yeong Jin mengintrupsi ku. Ya Tuhan, gadis ku kembali membuka matanya.

 

Advertisements

One thought on “HaeJin Story Line : The Blind Love 2

  1. Jung haerin says:

    Finally, apdet 😄
    Sasaeng tramat sangat mengerikan…. Ckckck…… Merinding aku….

    Oia sista, sekedar masukan aja sii, klo bisa tiap apdet diawali dgn potongan part sebelum’y…. Soale aku pelupa, kudu bolak balik klo mau baca, ehehehehe…..
    Mianhe klo kurang berkenan
    FIGHTING!!! 😘😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s